Langsung ke konten utama

Postingan

Puisi Muhammad Alfariezie

Kamu

Ketika pepohon memeluk rembulan, kekasihku
Wajahmu
Selalu kumilikki, maka
Meski kereta ini kan melewati lorong yang mungkin ngeri
Aku selalu merasa bagai di tubuh hutan--
Seperti di kaki danau dan di lengan sungai
Sungguh antara hijau dan jingga
Kamu
Adalah warna
Karenamu senyumku ada

2020
Postingan terbaru

Prosa Muhammad Alfariezie

Bisikan Kamar Mandi

Kata-kata tanpa seseorang yang berbicara memang benar bahwa pasti pikiran,  tapi jika bisikan tanpa seseorang ? Siapakah dia? Lelaki atau perempuan? Saya yakin jika hal ini saya katakan dengan orang-orang pemanah rembulan, penyuka kambing hitam dan pencinta ular rusa pasti mereka akan berkata bahwa aku adalah jelmaan hiena malang yang suka menggemboskan ban kendaraan.

Selalu saja aku mendapat bisikan jika di dalam kamar mandi. Menurut orang tuaku, kamar mandi adalah tempat segala hantu bersarang. Tapi apakah hantu memiliki sifat baik? Aku tak yakin ada. Sebab han adalah hancur sifat baiknya dan tu berarti tukang bohong. Nah masalahnya adalah enam hari kemaren secara berturut-turut aku mendapat bisikan. Pertama aku disuruh sholat, kedua aku disuruh menolong nenek yang kelaparan, aku disuruh memberi makan kucing yang baru melahirkan, aku disuruh memaafkan kejahatan teman dan mantan,  aku disuruh memberi sebagian gajiku untuk guru private biolaku, dan yang terakhir i…

Puisi Muhammad Alfariezie

Asmara Piatu

Bagai napas, asmara akan seperti luruh daun ke tepi sungai
Entah ke mana bermuara
Lalu bagai batu
Mampir di kedalaman pasir
Sendiri dan jarinya yang mencoba meraih sesuatu
Umpama debu-- atau
Misal ulat yang terbunuh
Diarak ratusan semut, dan
Kelabu

2020

Puisi Muhammad Alfariezie

Tajam Janji yang Kurindu

Sesuai janji yang dulu kita ucap
Hari ini tepat di kursi yang sama,
Dalam kerumunan yang seperti kemarin juga
Sampai beburung liar mengisi sore
Yang kubayangkan adalah lampu-lampu kota,
Taman tempat anak-anak bermain lelayang--
Aku dan kau di sana saling menggenggam,
Bersandar
Sembari berbicara perihal nanti
Saat kita membawa bayi ke pikiran mentari, kekasihku

Barangkali kamu di bibir jendela termangu
Ingin seperti angin
Menyentuhku, tapi
Bisa juga kau bersenda gurau dengannya,
Memerhatikannya memainkan harpa tanpa pernah ingat
Hari ini
Aku menari dalam belukar imaji

2020

Puisi Muhammad Alfariezie

Suaraku

Kabut mulai menutup bebukit dan pepohon hijau
Burung-burung mulai bermain di dahan-dahan, sementara aku
Bernyanyi dan menulis puisi agar wajahmu tak menjadi debu,
Supaya pelukmu waktu itu menjadi kembang dan bunga-bunga
Pelebur sedih orang-orang, kekasihku
Mungkin aku seperti hujan maka selimut selalu kau kenakan
Hingga kau merasa seperti di antara laut dan gunung, tapi
Sungguh aku bukan pangeran mimpimu,
 Aku suara dari arah yang tak pernah kau ketahui

2020

Puisi Muhammad Alfariezie

TUBUH MENTARI
Tubuh mentari tempat anak-anak bermain dan belajar Andai tertusuk hingga darah dan nanah mereka lihat Barangkali aku akan menangis Meratapi dedaun layu, menyesali pekarangan yang hanya udara
Tubuh mentari adalah sungai para bayi Mengalir dan jernih menyuci lantai nurani Hingga nanti kita bermuara Tubuh mentari adalah putih pakaian inti
2020



Puisi Muhammad Alfariezie

Seperti Hujan

Capung jarum seperti hujan
Mengisi ladang bunga yang bermekar
Merah, jingga dan hijau
Tambah lagi gemericik kolam dan ikan-ikan

Ketika pagi di musim debu dan angin
Senyum mentari selalu kutegur sambil menuruni ribuan anak tangga
Mendaki memikul literan air
Berteman jangkrik dan dedaun hijau

Kekasihku, bila harimu hanya jendela dan gordin
Aku memiliki lagu, puisi, madu dan buah-buah yang matang karena akar
Aku senang sekali menenun
Aku pun menyimpan pakaian raja dan ratu


2020