Langsung ke konten utama

Puisi Muhammad Alfariezie

Mulai Hari Ini

Sekarang tidak sama seperti tahun lalu
 Kita bebas bergerak ke mana pun
Merah dan wangi bebunga taman tidak lagi bisa kita nikmati secara leluasa. kini
Barangkali di duri-durinya ada sesuatu yang bisa membunuh

Hari ini kau harus menggunakan masker warna-warni yang dibuat ibu
 Pakailah ketika ingin pergi ke warung
 Gunakan saat pergi ke mushola
 Lindungi dirimu sebagaimana kami menjagamu

Anakku, jangan kau sakiti perasaan bapak—di pekarangan ini
Walau tak seluas dan tak memiliki rumput, tapi
Aku yakin kau kan tetap bahagia ketika berlatih sepak bola   di tanah
Yang bapak beli dari hasil setiap hari berdagang
Di sini
Dulu kakakmu sering berolahraga hingga menjadi tentara— lalu
di atas merahnya
Dulu ayukmu nan cantik itu  selalu menari, kini
Giliranmu

Kau waktu itu bilang padaku bahwa ingin menjadi juara kelas
Kau dulu sangat bersemangat untuk selalu membanggakan keluarga, tapi
Bagaimana bisa jika nanti
Kau diisolasi karena selalu berkumpul di tengah murung lalulalang,
Lalu
Kasiankah pada ibu yang ingin sekali melihatmu lulus dan menjadi ahli tekhnologi? Jika iya
Aku harap kau tetap di sini hingga hari menampakkan mentari paling berseri, wahai
Anakku yang rajin mencari arti

2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hula-hula di Bumi Kedaton

Penari Diva Be Dancer memainkan Hula-hula di area Kolam Renang Wahana Bermain Bumi Kedaton. Kredit Foto By Muhammad Alfariezie. Hula-hula di Bumi Kedaton   BANDARLAMPUNG, LN— Mulai dari ibu, bapak, remaja hingga anak berusia 7-10 tahun berhenti berenang di Wahana Bermain Bumi Kedaton yang terletak di Jalan Wan Abdul Rahman, Batu Putu, Teluk Betung Utara, Kamis 24 September 2020. Kolam renang Wahana Bermain Bumi Kedaton ketiban rezeki.  Wahana rekreasi keluarga itu menjadi tempat pertama Diva Be Dancer menampilkan Seni Budaya Kreasi, yakni Tari Hula-hula. Nanti, Seni dan Budaya percampuran Indonesia dan Amerika itu akan dipagelarkan pada event-event berlatar pantai yang memiliki hamparan pasir putih nan luas.  Seperti Bayi Mentari di Tangkai Mungil  Penampilan Diva Be Dancer seperti bayi mentari yang bermain di ujung daun tangkai-tangkai mungil. Lentik jari-jemari penari seirama dengan lagu 'Sway yang dialunkan The Pussicats Dolls.' Geraknya gemulai. Wajahnya ramah da...

Puisi Muhammad Alfariezie

Saat Kulihat Mentari Gontai Mengisi Hari Ketika matahari tiba dari ufuk timur bunga-bunga menampakkan keelokannya, dan Sebagian pintu menampakkan warna emas dan perak, tapi ada juga jendela               Begitu hitam dan mengembangkan duri-duri Seperti cubiyaki si penyair tampan yang bingung karena malam gurindam terbang ke benua kelam—di sini aku Ingin membakar cerita ruang kelam, tapi jika itu terjadi Aku pasti mati atau berakhir di ruang sunyi—lalu Ingin kupetik tangkai-tangkai berkilau kemudian meletakkannya di meja rumah                                                                 ...

Dampak Keluarga Besar Flu

Dampak Keluarga Besar Flu Hari ini di kota kita tercinta yang bernama bandar lampung— masih saja dihantui wabah virus yang berasal dari kota wuhan, hubei, tiongkok. Kelompok virus ini dapat menyebabkan penyakit pada burung dan mamalia termasuk manusia. Jika kalian belum mengenal ciri-cirinya— ada beberapa perbedaan pada hewan dan manusia. Contoh pada sapi dan babi ialah menyebabkan diara sedangkan pada unggas yaitu infeksi saluran pernapasan atas. Sedangkan pada manusia yakni berpotensi mengganggu sistem pernapasan sehingga timbul gejala pilek, batuk, demam, hingga kematian.   Tapi tahukah kalian minak muakhi seunyinni— Coronaviridae dan ordo Nidovirales ini telah memberi dampak negatif yang luar biasa. Hal ini dikarenakan tidak sekedar kesehatan tapi juga ekonomi.   Mulai dari pedagang makanan, pekerja seni hingga penyedia jasa pun merakan betul bagaimana magis nafas buruk dari kehadirannya. Lantas— Bagaimanakah kesaksian dari salah satu korban dari keganasan ...