Langsung ke konten utama

Puisi Muhammad Alfariezie



Seperti Hujan

Capung jarum seperti hujan
Mengisi ladang bunga yang bermekar
Merah, jingga dan hijau
Tambah lagi gemericik kolam dan ikan-ikan

Ketika pagi di musim debu dan angin
Senyum mentari selalu kutegur sambil menuruni ribuan anak tangga
Mendaki memikul literan air
Berteman jangkrik dan dedaun hijau

Kekasihku, bila harimu hanya jendela dan gordin
Aku memiliki lagu, puisi, madu dan buah-buah yang matang karena akar
Aku senang sekali menenun
Aku pun menyimpan pakaian raja dan ratu


2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hula-hula di Bumi Kedaton

Penari Diva Be Dancer memainkan Hula-hula di area Kolam Renang Wahana Bermain Bumi Kedaton. Kredit Foto By Muhammad Alfariezie. Hula-hula di Bumi Kedaton   BANDARLAMPUNG, LN— Mulai dari ibu, bapak, remaja hingga anak berusia 7-10 tahun berhenti berenang di Wahana Bermain Bumi Kedaton yang terletak di Jalan Wan Abdul Rahman, Batu Putu, Teluk Betung Utara, Kamis 24 September 2020. Kolam renang Wahana Bermain Bumi Kedaton ketiban rezeki.  Wahana rekreasi keluarga itu menjadi tempat pertama Diva Be Dancer menampilkan Seni Budaya Kreasi, yakni Tari Hula-hula. Nanti, Seni dan Budaya percampuran Indonesia dan Amerika itu akan dipagelarkan pada event-event berlatar pantai yang memiliki hamparan pasir putih nan luas.  Seperti Bayi Mentari di Tangkai Mungil  Penampilan Diva Be Dancer seperti bayi mentari yang bermain di ujung daun tangkai-tangkai mungil. Lentik jari-jemari penari seirama dengan lagu 'Sway yang dialunkan The Pussicats Dolls.' Geraknya gemulai. Wajahnya ramah da...

BAB V

BAB V 05-12-2017 Sayang, bangun.. yang bangun ini handpone berdering. Baiklah.. berikan padaku. Hallo? Maaf pagi-pagi sekali harus mengganggu, kanselir.Aku ingin bertemu dengan kanselir untuk membahas evolusiku. Baiklah tepat pukul Sembilan aku menjemputmu. Kita akan membahas hal ini dalam mobil sambil berkeliling kota melihat keadaan jalanan. Baik, kanselir. Aku menunggu. *** Tolong siapkan sarapan segera dan aku ingin segera mandi. Hari ini ada pertemuan dengan Perdana Menteri. Mengapa tidak bertemu di istana? Aku ingin mengajak Ia berjalan-jalan mengelilingi kota. Hal ini harus aku jalani karena aku butuh rileksasi seturun dari pesawat semalam kepalaku berat. Bilang ke Davit, segera siapkan kendaraanku, dan bilang Zion bahwa dia, Sutha, dan Jafar menjagaku dari kejauhan. Mengapa kau hanya menggunakan mereka? Aku tidak mau menggunakan iring-irngan, tidak leluasa. Wong aku ingin melihat suasana kota tanpa sepengetahuan rakyat. Baiklah ini perlengkapanmu ...

bab vii

BAB VII 08-12-2017 Ini revolusi seperti rokok yang aku hisap. Rasanya keheningan menembus paru-paru seperti embun yang merayapi tanah. Dapatkah waktu menjawab keresahan-keresahan disetiap rindu yang membawa seluruh omat ke alam bawah sadarnya? Segala yang aku impikan mungkin mampu dijawab oleh paru-paruku yang semakin mengering. Segala jawaban atas keadilan yang banyak dipertanyakan ini mungkin tubuhku yang diempas angin utara mampu memberi alasan kepada mereka. Hei, Kanselir. Sudah waktunya tidur. Mengapa kau keluar tanpa jaket, dan hanya berteman asap kretek asal negaramu? Kau sudah seharusnya berhenti merokok dan tidak tidur larut malam. Kasihan tubuhmu, jangan biarkan embun menggerayangi kesehatanmu. Sultan… setiap individu yang memberi jasmaninya kepada alam, mungkinkah alam akan menyisaksa individu itu? entah mengapa senang sekali rasanya membiarkan tubuh ini terserap embun dipucuk-pucuk daun yang gugur. Bahkan, aku tidak ingin tidur bila sudah jam segini, saat...