Langsung ke konten utama

Prosa Muhammad Alfariezie



Bisikan Kamar Mandi


Kata-kata tanpa seseorang yang berbicara memang benar bahwa pasti pikiran,  tapi jika bisikan tanpa seseorang ? Siapakah dia? Lelaki atau perempuan? Saya yakin jika hal ini saya katakan dengan orang-orang pemanah rembulan, penyuka kambing hitam dan pencinta ular rusa pasti mereka akan berkata bahwa aku adalah jelmaan hiena malang yang suka menggemboskan ban kendaraan.

Selalu saja aku mendapat bisikan jika di dalam kamar mandi. Menurut orang tuaku, kamar mandi adalah tempat segala hantu bersarang. Tapi apakah hantu memiliki sifat baik? Aku tak yakin ada. Sebab han adalah hancur sifat baiknya dan tu berarti tukang bohong. Nah masalahnya adalah enam hari kemaren secara berturut-turut aku mendapat bisikan. Pertama aku disuruh sholat, kedua aku disuruh menolong nenek yang kelaparan, aku disuruh memberi makan kucing yang baru melahirkan, aku disuruh memaafkan kejahatan teman dan mantan,  aku disuruh memberi sebagian gajiku untuk guru private biolaku, dan yang terakhir inilah yang menurutku paling berkesan dan menurutku ini tidak merugikan-- baik untuknya, orang tuaku dan lain hal sebagainya.

Aku seperti diberi indera keenam dan bagai memiliki seorang teman. Saat mandi di hari ke enam-- entah mungkin bisikan ini datang dari gayung marmer yang begitu kilau, besi sower nan mengkilap atau dari loteng hingga keran kamar  mandi yang selalu kubersihkan. Kebetulan saat ini aku baru saja putus dengan kekasihku dan betapa galau aku ini. Biasanya setiap usai mandi pasti selalu saja ada pesan singkat  'aku sayang kamu'  dari bidadari tebuku yang bibirnya bagaikan madu. Sungguh dia mantan paling cantik hingga bagai makan martabak bangka rasa keju dan coklat betapa tergugah ini perasaan bila jalan bersama dirinya.

Menyiksa betul memang jika baru putus seperti ini. Tapi perihal kesedihan ini lekas menjadi debu ketika barangkali air jernih di lingkaran murni kamar mandi rumah orang tuaku yang senantiasa menabung, memberi sebagian tanahnya kepada orang-orang teraniaya untuk dijadikan tempat istimewa dalam meningkatkan ekonomi mereka, serta selalu sayang kepadaku dan kakak-kakakku, dan ini rumah orang tuaku yang selalu beribadah kepada tuhan yang maha esa.

Aku telah mengalami lima kali bisikan dan semuanya benar. Ketika dibisikan dan setelah aku selesai memakai baju, kejadian yang dibisikan kepadaku ternyata terjadi. Aku tak tahu ini baik atau buruk tapi peristiwa setelah bisikkan itu seperti ini, yaitu ketika aku makan  bakso lalu datang nenek kurus meminta nasi kepadaku dan selesai makan kubelikan ia nasi ayam  lalu besoknya ketika aku sedang menikmati angin sepoi-sepoi ada kucing yang membawa anak-naknya yang masih bayi lalu setelah meletakkan anaknya di kardus hewan itu mengeong kepadaku  dan aku langsung memberinya ikan.

Kini pada bisikan ke enam aku disuruh pergi ke mall paling beken karena katanya di sana aku akan bertemu sahabat lama. Aku pun ke indomaret membeli  parfum ala milano dakaprino kemudian menyemprotkan ke beberapa bagian tubuh ketika memasuki toilet umum milik pertamina. Sepanjang jalan kudengarkan lagu cinta yang memiliki melodi khas ala pujangga.

Awal masuk mall aku bingung harus apa dan bagaimana. Tanpa teman aku duduk di kafe mall ini. Segelas kopi kemudian mataku hanya tertuju pada telpon genggam. Setengah jam aku di sini dan hanya menunggu. Sambil mendengarkan lagu dan ketika lagu ke tiga kuputuskan untuk melihat-lihat buku. Pikirku di sana barangkali ada perempuan tionghoa cantik. Benar saja ternyata ketika baru memasuki pintu aku bertemu teman lamaku yaitu dewi Handayani, perempuan keturunan tionghoa yang menganut agama islam sejak bayi.

Waktu kuliah di jurusan sastra dan filsafat, aku dan dirinya selalu pergi ke perpustakaan bersama. Apalagi ketika mengerjakan skripsi. Aku sering mengajarkannya filsafat dan dia selalu mengajariku cara berimajinasi dan menulis metafor paling keren. Dia cantik sekali. Dia tetap seperti dulu saat bibirnya pernah menyentuh pundakku. Kulitnya tetap langsat cina dan bersih. Aku selalu mencintainya. Kebetulan tiga bulan lalu aku sempat memikirkannya. Aku membayangkannya. Malahan aku bermimpi duduk di sebuah taman nan rindang dan kebetulan itu tanah milikku dan berada di rumahku. Dia memelukku dan aku menciumnya. Dia mengelus rambutku dan aku meraba wajahnya.

Ternyata bisikan dari sesuatu yang tak kuketahui adalah benar. Aku bertemu dengan kawan lama. Yang lebih asyik dia adalah orang yang pernah kucintai maka aku tak mau kehilangan kesempatan. Segera kuajaknya ke kafe yang tadi. Kupesankan minuman paling spesial untuknya. Ia berterima kasih kepadaku dan meraih jari-jemariku. Entah mengapa di saat seperti ini justru aku bertanya apakah dia sudah bersuami atau memiliki pacar dan jawabannya adalah belum. Bibirku bergerak seperti peristiwa romantis dalam film puitis. Kuajak ia menjalin asmara. Tapi  ia tak mau. Ia mau jika aku menikahinya.

Perasaanku benar-benar berbunga. Terus terang aku kaget. Tentu saja aku mau. Malahan ingin sekali. Kuraih jemarinya. Kuyakinkan padanya bahwa akan segera datang lamaran dariku ke rumahnya. Tiga bulan lagi aku akan menikahinya. Dia tersenyum. Aku pun iya lalu sembari menyimpan nomornya kemudian aku mengantarnya pulang karena kebetulan kekasihku tidak membawa kendaraan. Sejak dulu memang cantikku itu tidak bisa mengendara.

Peristiwa paling puitik dan penuh misteri. Benar-benar terjadi. Inikah bisikan kebaikan? Kupikirkan hal ini setelah berbicara kepada orang tuaku mengenai pernikahan. Perasaanku senang karena akan menikahi gadis idaman.  Pikiranku ke mana-mana. Ke baskom, mas kawin, shower, hingga kulit halus nan wangi dewi handayani, kekasihku yang ingin sekali kupeluk sepanjang  siang, malam, pagi dan setelah makan, mandi dan menikmati kopi.

2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hula-hula di Bumi Kedaton

Penari Diva Be Dancer memainkan Hula-hula di area Kolam Renang Wahana Bermain Bumi Kedaton. Kredit Foto By Muhammad Alfariezie. Hula-hula di Bumi Kedaton   BANDARLAMPUNG, LN— Mulai dari ibu, bapak, remaja hingga anak berusia 7-10 tahun berhenti berenang di Wahana Bermain Bumi Kedaton yang terletak di Jalan Wan Abdul Rahman, Batu Putu, Teluk Betung Utara, Kamis 24 September 2020. Kolam renang Wahana Bermain Bumi Kedaton ketiban rezeki.  Wahana rekreasi keluarga itu menjadi tempat pertama Diva Be Dancer menampilkan Seni Budaya Kreasi, yakni Tari Hula-hula. Nanti, Seni dan Budaya percampuran Indonesia dan Amerika itu akan dipagelarkan pada event-event berlatar pantai yang memiliki hamparan pasir putih nan luas.  Seperti Bayi Mentari di Tangkai Mungil  Penampilan Diva Be Dancer seperti bayi mentari yang bermain di ujung daun tangkai-tangkai mungil. Lentik jari-jemari penari seirama dengan lagu 'Sway yang dialunkan The Pussicats Dolls.' Geraknya gemulai. Wajahnya ramah da...

BAB V

BAB V 05-12-2017 Sayang, bangun.. yang bangun ini handpone berdering. Baiklah.. berikan padaku. Hallo? Maaf pagi-pagi sekali harus mengganggu, kanselir.Aku ingin bertemu dengan kanselir untuk membahas evolusiku. Baiklah tepat pukul Sembilan aku menjemputmu. Kita akan membahas hal ini dalam mobil sambil berkeliling kota melihat keadaan jalanan. Baik, kanselir. Aku menunggu. *** Tolong siapkan sarapan segera dan aku ingin segera mandi. Hari ini ada pertemuan dengan Perdana Menteri. Mengapa tidak bertemu di istana? Aku ingin mengajak Ia berjalan-jalan mengelilingi kota. Hal ini harus aku jalani karena aku butuh rileksasi seturun dari pesawat semalam kepalaku berat. Bilang ke Davit, segera siapkan kendaraanku, dan bilang Zion bahwa dia, Sutha, dan Jafar menjagaku dari kejauhan. Mengapa kau hanya menggunakan mereka? Aku tidak mau menggunakan iring-irngan, tidak leluasa. Wong aku ingin melihat suasana kota tanpa sepengetahuan rakyat. Baiklah ini perlengkapanmu ...

bab vii

BAB VII 08-12-2017 Ini revolusi seperti rokok yang aku hisap. Rasanya keheningan menembus paru-paru seperti embun yang merayapi tanah. Dapatkah waktu menjawab keresahan-keresahan disetiap rindu yang membawa seluruh omat ke alam bawah sadarnya? Segala yang aku impikan mungkin mampu dijawab oleh paru-paruku yang semakin mengering. Segala jawaban atas keadilan yang banyak dipertanyakan ini mungkin tubuhku yang diempas angin utara mampu memberi alasan kepada mereka. Hei, Kanselir. Sudah waktunya tidur. Mengapa kau keluar tanpa jaket, dan hanya berteman asap kretek asal negaramu? Kau sudah seharusnya berhenti merokok dan tidak tidur larut malam. Kasihan tubuhmu, jangan biarkan embun menggerayangi kesehatanmu. Sultan… setiap individu yang memberi jasmaninya kepada alam, mungkinkah alam akan menyisaksa individu itu? entah mengapa senang sekali rasanya membiarkan tubuh ini terserap embun dipucuk-pucuk daun yang gugur. Bahkan, aku tidak ingin tidur bila sudah jam segini, saat...