Langsung ke konten utama

Puisi Muhammad Alfariezie



Pintuku Untuk Tenang

Jalan yang kulalui kadang panas, penuh semak, berlumpur dan berbatu. Tapi terus kumelangkah hingga sampai pada tujuan yang lama kurencanakan. Tak pernah kubayangkan jika tanpamu. Walau bersama teman, barangkali aku hanyut dan mati. Namun ada kemungkinan lain yaitu, aku sampai tapi hanya diam karena bulan yang selalu padam dan bintang yang selalu pulang serta hujan yang tak kunjung datang.

Kekasihku, kau memiliki pintu. Aku selalu ingin mengetuk.  Kau adalah rumah, aku ingin masuk. Ka adalah kamar, aku tak ingin terus liar. Kau ialah ranjang, mohon biarkan aku terlentang. Kau adalah  sprei, sungguh aku tenang. Kau adalah selimut, aku begittu nyaman. Kau adalah jendela, tempatku melihat segala yang indah. Kau adalah gorden, sepiku terbunuh. Kau adalah kamu, cantik yang selalu kurindu.

2019

Komentar